Tuesday, August 25, 2015

Mimpi apa aku semalam sampai-sampai pagi buta gini udah sampai kampus. Padahal semalam tidak bisa tidur, (aslinya juga tidur sampe ngorok :v). Well, today is a WAR. Perang yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup *insyaAllah. So, perang apaan? Ini adalah perang melawan waktu, peluang, dan kesempatan. Jadi ini mau cerita tentang apa sih?

Ini cerita tentang kegiatan PPL yang akan aku hadapi beberapa minggu lagi. PPL itu kegiatan praktik mengajar di sekolah-sekolah nyata, program kependidikan dari kampusku. Pernah aku ceritain sekilas di sini. Lalu mengapa hari ini aku bilang akan ada perang? Iya, aku akan berebut tempat dengan 200an orang teman se-jurusanku dalam memilih tempat praktik ini. Sebenernya iri juga sih dengan beberapa jurusan lain yang sudah mendapatkan ploting tempat praktik jauh-jauh hari, sehingga tidak akan panik dan merasa samar tidak kebagian tempat untuk praktik. 

Cerita bermula...
Mengapa harus pagi amat ke kampus, alasan logis yang aku punya yaitu: wifi, dengan konek ke wifi kampus, aku berasusmsi akan mendapatkan kecepatan yang optimal dalam mengakses halaman web pendaftaran kegiatan ppl tersebut, sehingga akan terhindar dari lemot dan susah login. Namun rupanya alasan logis ini ada di sebagian besar pikiran mahasiswa yang memiliki posisi yang sama denganku. So, pada kenyataannya bukan kecepatan, kelancaran yang aku dapatkan, tapi malah jaringan internet kampus menjadi down karena overload user yang konek, soalnya sebagian besar calon peserta melakukan hal ini. Bah! Rencana ini gagal total, akhirnya aku percayakan semua ini kepada modem gsm ku. Lemot, jelas. Oh ya, aku belum cerita tentang dimana tujuan atau target tempat praktik yang aku inginkan. My Junior Highschool when I was teen. Selain dekat dengan rumahku, ya alasannya karena guru disana sudah banyak yang kenal kan. (kalau mereka inget aku :v). Kemudian alasan itu diperkuat dengan ajakan si Danik (temen sekelas 8 dulu) yang akan memilih praktik disitu juga dan karena sudah mendapatkan ploting tempat dari jurusannya. Kan aku jadi yakin ada temen yang kenal dulu. Hehe, ya itung-itung kan reuni juga. Kembali ke cerita, waktu semakin berlalu, dan aku belum berhasil menyelesaikan pendaftaran. Oh maaan! Kuota 2 orang di tempat yang aku targetkan itu sekarang sudah terisi 1 orang, sudah ada yang berhasil mendaftar duluan sebelum aku. Kesempatanku semakin menipis. Tick tock tick tock, dan... keberuntungan ternyata berpihak kepadaku. Ya, pada akhirnnya aku berhasil mengisi sisa kuota itu. Sekarang aku bisa tenang. Karena tadinya apabila aku gagal mendapatkan tempat itu, aku tidak punya rencana B. Nah loh.

Di sisi lain, Danik yang malang.
Rupanya Danik bernasib lain, meskipun di jurusannya sudah dilakukan ploting awal atau penentuan tempat praktik. Namun pada pengisian pendaftaran, tempat itu malah direbut begitu saja oleh kakak kelas yang tidak patuh aturan. Hal itu menyebabkan si Danik tidak bisa mendaftar karena kuota tempat yang harusnya menjadi miliknya kini sudah diambil orang lain. Hal ini akan menjadi sulit diluruskan karena ploting jurusan itu hanya kebijakan sepihak yang dibuat oleh jurusan terkait untuk mempermudah para mahasiswanya dalam mengisi tempat praktik, sehingga tidak akan terjadi perebutan tempat. (*seperti di jurusanku -_-). Namun pada dasarnya, aturan yang berlaku tetap aturan dasar panitia pelaksanaan, yaitu siapa cepat dia dapat. Oh malangnya. Hrrrrgg, ikut emosi sampai sekarang. Sabar ya nik.

The new team.
Cindy, Rani, Mbak Titi, Ita, Husni, Irma, Mita, Bella, Dinny, Ella
Hayu, Elisa, Putri, Ayu, Gue, Prisma, Mbak Nur, Windy, Tya, Tika

Oke, sedikit demi sedikit, teman-teman sekelompok tempat praktik mulai muncul. Ada dua orang alumni juga, tapi bukan teman sekelasku dulu. Hanya yang membuat aku khawatir adalah... Aku selalu memantau statistik peserta terbaru dan hanya satu orang saja yang aku duga berjenis kelamin laki-laki, dari beberapa belas peserta yang sudah terdaftar. Tadaaa... pada akhirnya memang benar, dari 20 orang seluruh peserta itu hanya aku dan seorang lagi yang laki-laki. Kemudian singkat cerita, akulah yang jadi ketua tim ini, ya anggota kelompok berpendapat kalau aku sudah lebih kenal lingkungan tempat praktik kami. Well, kemudian ini pun akan menjadi pengalaman pertama dan sangat berharga untuk aku menjadi seorang ketua tim..

Bersambung...


Reactions:

2 comments:

  1. wih mana nih sambungannya, aku penasaraann :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar-sabar, aku postingnya parsial ya, biar gak bosen yg baca.. hehehe

      Delete