Wednesday, August 6, 2014

Story 2. From the old story...

Akhirnya sampai stasiun Tawang, Semarang I'm back! dan ini masih jam 2 pagi, pulang ke rumahnya naik apa nih? Gak mungkin kan naik taksi, kejauhan, bisa bokek gua! haha. Lalu aku beristirahat saja di masjid stasiun itu sambil nunggu ada bis kota yang mulai jalan. Akhirnya setelah subuh itu sudah ada bis kota yang lewat. Yosh! Ini kali pertama lagi aku naik bis di kotaku ini, anggap aja naik kopaja kemarin. Aku duduk tepat di samping pintu dengan jendela yang siap memberiku pemandangan indah. Perjalanan 1,5 jam ini melihatkanku akan banyaknya yang sudah berubah di kota ini meski hanya sebentar saja ku tinggalkan. Lalu lalang kota telah berlalu, sekarang memasuki daerah pedesaan, udara sejuk ini seakan mengucapkan selamat datang kepadaku. Oh kampung halamanku tercinta, apa kabar kau?



Hanya matahari terbit yang terlihat dari balik jendela bis kota ini, mengingatkanku akan perjalanan hidup ini. Ini pagi tercerah yang aku temui bulan ini. Warna orange dengan gradasi langit biru itu, seperti membangkitkan cerita-cerita entah di hati. Rasanya damai sekali melihatnya. Ini pertama kalinya aku lihat matahari terbit semenjak aku pergi ke Jakarta. Indahnya matahari terbit tiap pagi tertutupi oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi. Begitu juga sore hari, mana bisa aku melihat tenggelamnya matahari? Jam-jam itu aku masih sibuk di kantor.

Sekarang aku akan bisa menikmati matahari terbit tiap pagi. Tak akan ada lagi gedung-gedung yang akan menggangguku menikmati hangatnya sinar matahari. Aku bersyukur tinggal di alam yang indah ini :)

Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment