Friday, May 30, 2014

Pukul 8.42 malam, diantar temanku si Hanafi sampai stasiun Poncol. Dag dig dug, deg-deg-an juga nih mau berangkat. Planing 1 bulan yang lalu akhirnya tepat di depan mata. Kereta yang akan membawaku berangkat sudah siap. Rame banget dah penumpangnya, sayang nomor kursiku sama si Fera gak urutan jadi gak ada teman kenal ngobrol di perjalanan. Yang ada sebelahku orang Jakarta yang heboh ribut dengan teman-temannya, samping kiri satu keluarga yang bahasanya keles-keles, dan tepat di depanku mbak-mbak pendaki gunung yang sedang perjalanan pulang ke Madiun sehabis menakhlukkan gunung Prahu. Rasanya tak sabar untuk sampai tujuan, Eits… tapi tunggu dulu, menurut ini tiket perjalanan masih 9 jam…

Ke Malang ini kami memang berencana untuk trekking gunung Semeru, ya walaupun jauh-jauh hari kami sudah tau kalau kuota pendaki gunung Semeru sedang dibatasi. Masalahnya ini gunung sedang jadi primadona para pendaki dan karena 5cm effect ini gunung udah kaya pasar deh suasananya. Toh niat kami yang paling utama adalah jalan-jalan men, kalau si Fera mah yang penting naik kereta juga udah seneng. Xixixi. Jadi misal nantinya kami tidak bisa masuk ya tetep enjoy aja dan plan B kami sih ganti target ke Gunung Bromo saja.


Akhirnya sampai juga di stasiun Malang sekitar pukul 7 pagi. Pertama-tama yang dicari adalah… toileeeeet. Wkwkwk. Oke setelah pipis, gosok gigi dan cuci muka itu sesuai rencana selanjutnya aku dan si Fera mencari teman-teman dari Jakarta yang akan kita ikutin mendaki gunung Semeru. Salah satu dari mereka adalah teman grup pendaki si Fera. Jadi si Fera lah yang mengenalkanku pada mereka yang akhirnya kami menjadi satu tim ekspedisi. Sempet bingung karena beberapa waktu nomornya tidak bisa dihubungi, dan terpikir mau ikut rombongan lain aja yang tadi nawarin join carter angkot bareng sampai Ranu Pane. Tetapi beberapa saat kemudian kami bisa menghubungi mereka dan akhirnya kami bertemu di depan Stasiun. Sesuai kabar sebelumnya, kami memang tidak kebagian kuota masuk gunung Semeru. Akhirnya fix deh kami banting stir ke plan B. Petualangan dimulai…

Perjalanan dimulai dengan naik angkot menuju Tumpang. Kemudian naik angkot lagi menuju transit di rumah mas Aldi (sopir jeep yang akan menemani petualangan kami). Perjalanan ini kami tempuh sekitar 1 jam-an. Di sini kami bisa mandi dan istirahat sejenak, sambil minum teh, kopi dan mengisi kembali perut yang lapar.

Part I, sleep under the stars
Ekspedisi dimulai… Pukul setengah 5 sore kami melanjutkan perjalanan dengan naik mobil jeep melewati lautan pasir menuju ke camp gunung Bromo. Jalan yang berlika-liku dan hawa khas pegunungan menemani perjalanan kami. Akhirnya pukul sekitar pukul 8 malam kami sampai di tempat camp. Setelah bongkar muat kami langsung mendirikan tenda dan menyiapkan alat masak. Ya, malam ini kami nge-camp disini untuk menunggu sunrise esok hari.

Part II, sunrise vs samudra awan
Dini hari kami meninggalkan tenda dan berjalan menuju ke puncak strategis untuk menikmati sunrise. Indah sekali pemandangannya, sebelah timur matahari terbit dan sebelah barat lautan awan membentang luas. Ya, inilah negeri di atas awan. :D


Part III, terlalu banyak anak tangga
Siang harinya kami mampir ke kawah gunung Bromo. Sebenernya kaki ini udah pegel karena mendaki gunung Pananjakan tadi. Sempat berniat gak ikut naik, tapi nanggung juga udah sampai sini kalau tidak naik sampai ke atas. Akhirnya kami pun naik ke atas kawah, mana sempet balapan nge-trek segala sama si Fera, gak ada capeknya ni anak. Lalu gak tau tadi ngitung anak tangga sampai 150an kemudian lupa. Namun rasa capek seperti ini selalu terganti ketika kami sudah berhasil sampai atas dan melihat dunia dari tempat kami berdiri. :)


Part IV, the end of wonderful adventure
Setelah melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat-tempat yang amazing abis, akhirnya sore hari kami sudah sampai lagi di rumah mas Aldi. Malam ini kami memutuskan untuk homestay di sini dulu dan melanjutkan perjalanan pulang besok pagi. Sekitar pukuk 9 pagi akhirnya kami memulai perjalanan pulang. Karena teman-teman dari Jakarta masih esok hari pulangnya, aku dan Fera berpisah dengan mereka di depan stasiun Malang.


Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Surabaya, tak lupa mampir dulu deh beli bakso di terminal Purwabaya untuk mengisi amunisi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dari Surabaya hingga akhirnya sekitar pukul 23.30 kami sampai di Semarang tercinta ini dengan selamat. Terimakasih Tuhan…
Reactions:

0 comments:

Post a Comment