Friday, February 7, 2014


11 Januari 2014. Sesuai janjiku sendiri, 77 hari setelah pendakian yang gagal mencapai puncak itu, akhirnya hari ini aku bertekad menakhlukannya. Ditemani sahabat baikku, Agus, kami berangkat dari kosan sehabis sholat ashar. Kali ini kami mencoba rute pendakian lain. Masalah pertama disini kami berdua gak ada yang ngerti jalannya. Si Agus mah manteb-manteb aja katanya nanti tanya orang di jalan. Okelah, aku sih akhirnya ngikut aja. Tapi ya akhirnya tanya sana-sini, nyasar sana-sini, magrib pas kami sampai di pos 1 pendakian. Kebun teh ini, kirain ini tempat Fika dan Tari pingsan dulu, ternyata bukan. Nyari kesana-kemari kok gak menemukan rumah penduduk yang kita buat nginep malam itu? Ternyata lokasi ini berbeda, setelah tanya sama penjaga warung disitu lokasi yang kami maksud ternyata masih sekitar 5 kilometer lagi dari sini. Lha ini gimana, harus jalan kaki? Tapi tidak ada tempat penitipan motor. Kalau pake motor katanya gak kuat, nah loo...

Part I, sayang motor gue broo :(
Ngeeeeng, akhirnya kami bawa tuh motor, pas jalan landai mah boncengan, tapi pas tanjakan si Agus aku suruh turun. Haha kasian juga dia jalan kaki aku naik motor. Tapi walaupun sendirian maksa juga sih buat bawa nih motor (Duh... kasian sih si supra, huu) Mana semakin malem, cuma diterangin cahaya bulan. Hanya yang aku takutin adalah kalau sampai turun hujan. Masalah ke-duanya yaitu mantolnya agus ketinggalan broo, hadeeh. Kalut banget malam itu, mana gak sampai-sampai ke lokasi yang kami maksud. Sekitar 1 jam lebih kami jalan akhirnya sampai di sebuah gubuk, niat mau istirahat sejenak, tapi aku pikir "Gus, udah kita ngecamp dulu aja, bangun tenda disini". Rasanya kepala pusing juga waktu itu, mana kasian juga nih motor kalo gak istirahat dulu, dan akhirnya kami pasang tenda disitu. Beberapa menit kemudian... Hujan... deres banget... ya untung kami udah pasang tenda disitu. Laper juga ternyata, abis masak-masak, ngisi perut, bikin kopi dll, tidur dulu deh restore tenaga buat besok pagi.


Part II, next or back? perjalanan baru saja dimulai

Bensin motor nih tinggal dua kotak, dan kami masih gak tau harus menempuh perjalanan berapa lama lagi. Mana ini di tengah hutan lagi, lalu aku buat keputusan, kalo nih bensin sampai tinggal satu kotak tapi kami belum sampai, aku minta balik aja. Sekitar 20 menitan naik turun bukit, akhirnya pemukiman penduduk mulai terlihat. Ya... itu tempatnya, lokasi yang kami maksud. Sesampainya kami kemudian memarkir motor dan sarapan dulu, setelah cukup beristirahat, pukul 10an kami mulai pendakian. "77 hari yang lalu, aku hanya bisa sampai disini, tapi sekarang aku akan mulai mendaki sampai puncak". Medannya ternyata lumayan berat, lagi-lagi masalahnya adalah hujan deras. Jadi kami mendaki sambil melewati badai, mantolku aku bagi dengan Agus. Aku pakai baju yang atas buat nutupin tas, Agus pake celananya deh, tetep aja basah, wkwk. Karena hujan terlalu deras, ditambah angin yang kenceng pula akhirnya kami sejenak berteduh dibawah batu besar di jalur menuju puncak. Setelah mereda kami pun melanjutkan perjalanan, dan... sampailah kami di puncak setelah menempuh sekitar 2 jam perjalanan. Akhirnya aku bisa kesampaian menikmati indahnya alam negeri ini (khususnya dibawah itu tuh rumah gue disitu, hihi *liat foto).


Reactions:

0 comments:

Post a Comment