Friday, February 7, 2014


11 Januari 2014. Sesuai janjiku sendiri, 77 hari setelah pendakian yang gagal mencapai puncak itu, akhirnya hari ini aku bertekad menakhlukannya. Ditemani sahabat baikku, Agus, kami berangkat dari kosan sehabis sholat ashar. Kali ini kami mencoba rute pendakian lain. Masalah pertama disini kami berdua gak ada yang ngerti jalannya. Si Agus mah manteb-manteb aja katanya nanti tanya orang di jalan. Okelah, aku sih akhirnya ngikut aja. Tapi ya akhirnya tanya sana-sini, nyasar sana-sini, magrib pas kami sampai di pos 1 pendakian. Kebun teh ini, kirain ini tempat Fika dan Tari pingsan dulu, ternyata bukan. Nyari kesana-kemari kok gak menemukan rumah penduduk yang kita buat nginep malam itu? Ternyata lokasi ini berbeda, setelah tanya sama penjaga warung disitu lokasi yang kami maksud ternyata masih sekitar 5 kilometer lagi dari sini. Lha ini gimana, harus jalan kaki? Tapi tidak ada tempat penitipan motor. Kalau pake motor katanya gak kuat, nah loo...

Saturday, February 1, 2014

55 Halaman.
Bagaimana hari-harimu selama ini kau jalani? Pasti ada yang menyenangkan ada pula yang menyebalkan, atau apapun deh pasti macam-macam yang kita temukan dalam hari-hari kita. Coba deh sesaat lihat hal yang kecil dalam hari-hari kita, kadang kurasa ada cerita besar didalamnya.

Jadi buku ke-enam ini bagian dimana aku corat-coret apapun yang bisa ku ceritakan dalam hari-hariku, mulai hal sepele yang bisa menjadi cerita besar, ataupun sebaliknya hal besar yang sebenarnya sangat sederhana.