Tuesday, January 28, 2014

Rancangan masa depan, oke jangan bayangin hal yang jauh-jauh dulu. Itu cuma tugas saat pelajaran Bu Windha. Saat itu aku tulis target magang di Jakarta. Oke, saat aku nulis cerita ini, ya... Aku sedang duduk manis di salah satu ruangan kantor magangku di Jakarta. Bukan hal yang sederhana aku magang disini, banyak hal-hal yang harus aku lalui sebelumnya. Ngurus ini-itu sampai akhirnya kepegang juga tuh tiket kereta yang ketulis jadwal berangkat Senin 20 Januari 2014, jam 8 pagi.

Saturday, January 11, 2014

26 Oktober 2013. Hobi jalan-jalan yang membawaku ingin mengenal alam, dan bulan ini ingin sesekali trip ke tempat yang tinggi, melihat pemandangan dari atas. Dulu sih katanya mau di ajak kang Bayu naik gunung, tapi sampai sekarang belum ngabarin lagi. Kemudian ku putuskan untuk melakukan pendakian gunung ungaran. Ya yang deket-deket dulu, deket rumah maksudnya. Hehe. Awalnya noh saat kuliah BK itu, Septy yang bersemangat untuk naik gunung mulai tertarik dengan bahasanku bersama Bowo dan Fera. Namun si Septy yang sibuk itu mengusulkan pendakian di akhir semester nanti. Tapi aku bersama Bowo dan Fera saat itu tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pendakian dua minggu lagi. Oke semua sudah setuju, lalu anggota pun berdatangan. Fika yang saat itu di kosan aku paksa untuk ikut akhirnya mau juga. Lalu si Tari pun juga ingin ikutan. Oke, tim sudah terbentuk, we have been ready! :)

Selamat pagi wahai pejuang mimpi, untuk lebih pagi dari biasanya, untuk lebih cerah dari kelihatannya, ijinkan aku menembus awan menuju titik temu cakrawala antara siang dan malam, untuk terbang bersama kawan-kawan.

“Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita kamu taruh di depan sini di depan kening kamu, jangan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 kilometer di depan kening kamu”

Ya, itu plesetan dari salah satu film yang sedang populer tahun ini yang critanya tentang naik gunung juga. Sebelumnya kita siap-siap berangkat setelah solat duhur itu, kemudian kira-kira sampai di pos pendakian mawar pukul 4 sore. Bersama mereka, wajah-wajah ceria yang selalu menemaniku. Bowo yang cuek, Fera dan Fitri bersama semangat 45nya, Fika dengan suara lantangnya, Tari lengkap tas gedenya, kemudian Agus, yang akan memandu kita menggapai puncak. Lalu selepas istirahat sejenak setelah sholat ashar itu, kami berdoa untuk meminta keselamatan sampai masanya kami kembali berutinitas esok hari. Pukul setengah lima-an sore, perjalanan dimulai...