Wednesday, August 6, 2014

Story 2. From the old story...

Akhirnya sampai stasiun Tawang, Semarang I'm back! dan ini masih jam 2 pagi, pulang ke rumahnya naik apa nih? Gak mungkin kan naik taksi, kejauhan, bisa bokek gua! haha. Lalu aku beristirahat saja di masjid stasiun itu sambil nunggu ada bis kota yang mulai jalan. Akhirnya setelah subuh itu sudah ada bis kota yang lewat. Yosh! Ini kali pertama lagi aku naik bis di kotaku ini, anggap aja naik kopaja kemarin. Aku duduk tepat di samping pintu dengan jendela yang siap memberiku pemandangan indah. Perjalanan 1,5 jam ini melihatkanku akan banyaknya yang sudah berubah di kota ini meski hanya sebentar saja ku tinggalkan. Lalu lalang kota telah berlalu, sekarang memasuki daerah pedesaan, udara sejuk ini seakan mengucapkan selamat datang kepadaku. Oh kampung halamanku tercinta, apa kabar kau?

Monday, August 4, 2014

Rasanya baru kemarin saja aku mengenal mereka, teman-teman sekelasku Rombel 2 itu. Padahal Sang waktu juga berjalan biasa saja, memangnya dia bisa cepat atau melambat? Berhenti pun tidak mungkin bisa kan? Atau memang aku yang tidak bisa berlari cepat? Karena ternyata sudah 3 tahun mereka menemaniku, mendukungku, dan selalu mewarnai hari-hariku di kampus yang horor ini. Wahaha horor man!

Tuesday, July 29, 2014

Maap lahir dan batin ya buat semuanya khususnya seluruh pembaca setia cerita-ceritaku, dan pendengar baikku. ;) 


Yosh! Hari Raya, hari kemenangan ya, aku putuskan untuk mengubah beberapa hal dalam hidupku. Desain blog ini juga baru lho... :p Oke setelah beberapa saat di minggu terakhir bulan puasa ini aku mengikuti serial cerita GTO, Great Teacher Onizuka yang aku dapat dari sahabatku si Ranggi. Lalu aku jadi inget beberapa cerita sebelumnya yang pernah aku ikuti seperti Gokusen, lalu ada My Boss My Hero.

Saturday, June 7, 2014

Mas, bisa tidak praktekin bikin game android dari 0 untuk sebuah workshop, tapi waktunya hanya sekitar 3 jam?. Beberapa minggu lalu seorang ketua panitia acara workshop bertanya seperti itu kepadaku, nawarin untuk jadi pembicara di workshop yang akan diadakannya. Lalu dengan pedenya aku jawab, Oke! Coba aja. Toh kalau gagal rencananya gua mau kaburrr... Wkwkwk.

Friday, May 30, 2014

Pukul 8.42 malam, diantar temanku si Hanafi sampai stasiun Poncol. Dag dig dug, deg-deg-an juga nih mau berangkat. Planing 1 bulan yang lalu akhirnya tepat di depan mata. Kereta yang akan membawaku berangkat sudah siap. Rame banget dah penumpangnya, sayang nomor kursiku sama si Fera gak urutan jadi gak ada teman kenal ngobrol di perjalanan. Yang ada sebelahku orang Jakarta yang heboh ribut dengan teman-temannya, samping kiri satu keluarga yang bahasanya keles-keles, dan tepat di depanku mbak-mbak pendaki gunung yang sedang perjalanan pulang ke Madiun sehabis menakhlukkan gunung Prahu. Rasanya tak sabar untuk sampai tujuan, Eits… tapi tunggu dulu, menurut ini tiket perjalanan masih 9 jam…

Ke Malang ini kami memang berencana untuk trekking gunung Semeru, ya walaupun jauh-jauh hari kami sudah tau kalau kuota pendaki gunung Semeru sedang dibatasi. Masalahnya ini gunung sedang jadi primadona para pendaki dan karena 5cm effect ini gunung udah kaya pasar deh suasananya. Toh niat kami yang paling utama adalah jalan-jalan men, kalau si Fera mah yang penting naik kereta juga udah seneng. Xixixi. Jadi misal nantinya kami tidak bisa masuk ya tetep enjoy aja dan plan B kami sih ganti target ke Gunung Bromo saja.


Akhirnya sampai juga di stasiun Malang sekitar pukul 7 pagi. Pertama-tama yang dicari adalah… toileeeeet. Wkwkwk. Oke setelah pipis, gosok gigi dan cuci muka itu sesuai rencana selanjutnya aku dan si Fera mencari teman-teman dari Jakarta yang akan kita ikutin mendaki gunung Semeru. Salah satu dari mereka adalah teman grup pendaki si Fera. Jadi si Fera lah yang mengenalkanku pada mereka yang akhirnya kami menjadi satu tim ekspedisi. Sempet bingung karena beberapa waktu nomornya tidak bisa dihubungi, dan terpikir mau ikut rombongan lain aja yang tadi nawarin join carter angkot bareng sampai Ranu Pane. Tetapi beberapa saat kemudian kami bisa menghubungi mereka dan akhirnya kami bertemu di depan Stasiun. Sesuai kabar sebelumnya, kami memang tidak kebagian kuota masuk gunung Semeru. Akhirnya fix deh kami banting stir ke plan B. Petualangan dimulai…

Monday, May 26, 2014

Yeaaah, akhirnya besok aku bisa liburan. Kali ini aku akan traveling ke Malang. Malam tadi setelah aku bereskan semua pekerjaanku, aku packing dan menyiapkan segala kebutuhan untuk besok hari Selasa, kemudian aku bergegas tidur. Esoknya aku berangkat ke Semarang karena memang rencananya aku akan berangkat dari Semarang dan hari ini akan melakukan tes kesehatan bareng Fera. Sengaja ku tinggalkan laptop dan barang-barang elektronik lainnya dirumah selain ponselku ini, soalnya memang niat pengen liburan dulu dan tidak memikirkan pekrjaan. Toh pekerjaan-pekerjaan minggu ini sudah aku selesaikan. Namun setibanya di Semarang...

Wednesday, March 12, 2014

Story 1. To be continued...

Jatinegara? Terus naik apa? Taksi dan bajaj gak ada yang berani nganter sampai ke kantor nih. Katanya jalanan ditutup karena banjir. Terus gimana? Orang kantor juga lagi gak ada yang bisa jemput. Akhirnya ojeklah yang mengantarkanku sampai ke depan gedung sasendo ini. Tiba-tiba udah 46 hari aja sejak aku beli sate di sebelah SMA 26 Jakarta itu, dan itu adalah makanan pertama yang aku beli ketika sampai di Jakarta. Hanya saja tak terasa waktu cepat berlalu. Seperti baru kemarin, tapi esok hari aku harus kembali ke Semarang. Malam ini aku mulai tulis cerita di depan ruangan B1 kantor LWC ini sambil menyelesaikan proyek terakhirku, ditemani si Adit disebelahku yang sedang ngutak-atik kerjaannya yang selalu not responding, wkwkwk. Rasanya memang lebih menyenangkan disini, banyak temen, asik pokoknya dan gak akan aku temuin yang seperti ini di Semarang.

Friday, February 7, 2014


11 Januari 2014. Sesuai janjiku sendiri, 77 hari setelah pendakian yang gagal mencapai puncak itu, akhirnya hari ini aku bertekad menakhlukannya. Ditemani sahabat baikku, Agus, kami berangkat dari kosan sehabis sholat ashar. Kali ini kami mencoba rute pendakian lain. Masalah pertama disini kami berdua gak ada yang ngerti jalannya. Si Agus mah manteb-manteb aja katanya nanti tanya orang di jalan. Okelah, aku sih akhirnya ngikut aja. Tapi ya akhirnya tanya sana-sini, nyasar sana-sini, magrib pas kami sampai di pos 1 pendakian. Kebun teh ini, kirain ini tempat Fika dan Tari pingsan dulu, ternyata bukan. Nyari kesana-kemari kok gak menemukan rumah penduduk yang kita buat nginep malam itu? Ternyata lokasi ini berbeda, setelah tanya sama penjaga warung disitu lokasi yang kami maksud ternyata masih sekitar 5 kilometer lagi dari sini. Lha ini gimana, harus jalan kaki? Tapi tidak ada tempat penitipan motor. Kalau pake motor katanya gak kuat, nah loo...

Saturday, February 1, 2014

55 Halaman.
Bagaimana hari-harimu selama ini kau jalani? Pasti ada yang menyenangkan ada pula yang menyebalkan, atau apapun deh pasti macam-macam yang kita temukan dalam hari-hari kita. Coba deh sesaat lihat hal yang kecil dalam hari-hari kita, kadang kurasa ada cerita besar didalamnya.

Jadi buku ke-enam ini bagian dimana aku corat-coret apapun yang bisa ku ceritakan dalam hari-hariku, mulai hal sepele yang bisa menjadi cerita besar, ataupun sebaliknya hal besar yang sebenarnya sangat sederhana.

Tuesday, January 28, 2014

Rancangan masa depan, oke jangan bayangin hal yang jauh-jauh dulu. Itu cuma tugas saat pelajaran Bu Windha. Saat itu aku tulis target magang di Jakarta. Oke, saat aku nulis cerita ini, ya... Aku sedang duduk manis di salah satu ruangan kantor magangku di Jakarta. Bukan hal yang sederhana aku magang disini, banyak hal-hal yang harus aku lalui sebelumnya. Ngurus ini-itu sampai akhirnya kepegang juga tuh tiket kereta yang ketulis jadwal berangkat Senin 20 Januari 2014, jam 8 pagi.

Saturday, January 11, 2014

26 Oktober 2013. Hobi jalan-jalan yang membawaku ingin mengenal alam, dan bulan ini ingin sesekali trip ke tempat yang tinggi, melihat pemandangan dari atas. Dulu sih katanya mau di ajak kang Bayu naik gunung, tapi sampai sekarang belum ngabarin lagi. Kemudian ku putuskan untuk melakukan pendakian gunung ungaran. Ya yang deket-deket dulu, deket rumah maksudnya. Hehe. Awalnya noh saat kuliah BK itu, Septy yang bersemangat untuk naik gunung mulai tertarik dengan bahasanku bersama Bowo dan Fera. Namun si Septy yang sibuk itu mengusulkan pendakian di akhir semester nanti. Tapi aku bersama Bowo dan Fera saat itu tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pendakian dua minggu lagi. Oke semua sudah setuju, lalu anggota pun berdatangan. Fika yang saat itu di kosan aku paksa untuk ikut akhirnya mau juga. Lalu si Tari pun juga ingin ikutan. Oke, tim sudah terbentuk, we have been ready! :)

Selamat pagi wahai pejuang mimpi, untuk lebih pagi dari biasanya, untuk lebih cerah dari kelihatannya, ijinkan aku menembus awan menuju titik temu cakrawala antara siang dan malam, untuk terbang bersama kawan-kawan.

“Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita kamu taruh di depan sini di depan kening kamu, jangan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 kilometer di depan kening kamu”

Ya, itu plesetan dari salah satu film yang sedang populer tahun ini yang critanya tentang naik gunung juga. Sebelumnya kita siap-siap berangkat setelah solat duhur itu, kemudian kira-kira sampai di pos pendakian mawar pukul 4 sore. Bersama mereka, wajah-wajah ceria yang selalu menemaniku. Bowo yang cuek, Fera dan Fitri bersama semangat 45nya, Fika dengan suara lantangnya, Tari lengkap tas gedenya, kemudian Agus, yang akan memandu kita menggapai puncak. Lalu selepas istirahat sejenak setelah sholat ashar itu, kami berdoa untuk meminta keselamatan sampai masanya kami kembali berutinitas esok hari. Pukul setengah lima-an sore, perjalanan dimulai...