Monday, September 9, 2013

Lalu jam setengah 6 sore ini aku sampai di rumah tercintaku ini. Hai laptop… Rasanya baru beberapa menit yang lalu aku tinggalkan ternyata sudah seharian semenjak pukul 7 pagi tadi aku berangkat kuliah. Tak mau aku tinggal di bilik malam ini, rasanya masih ingin dirumah. Entah aku juga gak tau kenapa rasanya seperti ini.

Jadi sekitar jam 8 pagi tadi aku sampai di bilikku di Semarang. Lalu aku belum menemukan feel untuk berangkat ke kampus, apa karena ini kuliah pertama setelah liburan panjang itu? Akhirnya jam 9 aku nebeng aja temanku si Feri itu untuk menjemputku berangkat ke kampus. Kelas jam 9 ini biasa saja, membosankan, lalu ceritanya berawal setelah kelas ini selesai. Aku menuju ke gedung jurusan tetangga, setelah turun dari bis aku bersama teman-temanku agak bingung mencari ruang C1 301 itu, maklum lah baru mulai kuliah lagi hari ini dan ini juga pertama kali aku ada kelas di gedung ini. Setelah ku temukan ruangnya, ternyata masih terkunci rapat dan beberapa siswa sedang nunggu lah di depan ruangan, dan aku ikut menunggu juga di depan pintu itu. Beberapa menit kemudian sosok bu dosen berjalan mendekati pintu itu, Masih dikunci ya? Tolong dong yang cowok ambilin kunci dibawah. Aku sih pura-pura gak liat aja, haha, tapi temenku Feri itu yang paling deket dengan dosen tuh di tarik-tarik lah tasnya dari belakang. Mas-mas ambikan kunci ya… Karena gak tega kalau dia sendiri yang bakal ambil, apalagi orangnya mana pemalu gitu akhirnya aku temani dia untuk mengambil kunci ruang itu. Dari lantai 3 pun aku turun ke lantai dasar, karena aku baru pertama ke kampus ini, bingung kan jadinya mau minta kunci kemana. Akhirnya tanya lah aku sama orang yang keluar dari ruang yang aku anggap kantor tuh. Pak kalau mau pinjam kunci ruangan dimana ya? Oh saya gak tau, saya bukan orang politik. Coba tanya mbak Mawar itu, sambil nunjuk ke arah mana juga gak jelas. Mbak Mawar tuh siapa lagi? Mana aku tau juga… Aduh. Lalu aku tanya sama orang deket jendela ruang itu. Dengan pertanyaan yang sama akhirnya orang itu memberi jawaban yang jelas. Itu di lantai 2 sebelah kiri ya yang kaya ruang dosen itu. Naiklah aku ke lantai 2 lagi, tanya lagi sama orang. Itu mas yang deket lorong lalu belok kiri sama bapaknya yang menghadap kesini. Oke… target sudah ditemukan. Eh… orangnya ketus banget! Pak kalau mau ambil kunc…….. Bentar ya… langsung pergi seperti gak ada aku di ruang itu. Untungnya bapaknya yang disebelah orangnya baik. Itu mas ambil saja kuncinya, sama presensinya ya sudah diambil belum di sebelah sana ya yang warna kuning, tapi nanti langsung dikembalikan setelah selesai ya. Dosennya siapa sih? Wah saya belum tau pak ini baru mau kuliah pertama. Oh ya sudah nanti kenalan dulu ya sama dosennya. Akhirnya kunci sudah di tangan sekaligus presensinya. Naiklah lagi aku ke lantai 3, ternyata sudah banyak yang nunggu aku. Nyasar men?

Kemudian kelas sudah selesai, hari ini hanya berisi penjelasan tentang kontrak kuliah. Lagian orang itu juga bukan dosen asli yang pegang kelas ku. Oke siapa yang mau jadi ketua kelas? Tanya dosen itu lah, suasana jadi agak hening. Yazid… Yazid… yang tadi ambil presensi bu… Lalu suasana menjadi ramai. Yang bener aja aku kan orangnya gak banget kalau jadi ketua ya, meski dulu pernah sih pas kelas 2 SMA. Dan suasana menjadi ramai dengan sedikit candaku. Ya akhirnya aku mau saja jadi ketua di kelas ini, aku juga gak tau kenapa aku menerima waktu itu. Jadi saat itu yang ada di kepalaku adalah nasihat mbak Deni kemarin. Yang bener lho Zid kuliahnya, kamu kan laki-laki kejar impian setinggi-tingginya buat nanti. Beneran kedengeran suara mbak Deni di kepalaku. Aku hanya merasa, arrrrgh! Iya aku harus bisa! Ya… sekarang aku hanya berharap bisa menjadi ketua di kelas ini dengan baik, dan terima kasih deh buat temen-temen yang selalu ngasih support. Dan hari ini menjadi hari pertamaku masuk kuliah yang indah dibanding hari pertamaku di semester-semester yang lalu. Aku hanya ingin mulai menjadi bagian dari kalian di kehidupan kuliah ini dengan sebaik-baiknya :)

Rasanya masih ingin dirumah, akhirnya setelah kelas sore ini bubar dan sesampainya di bilik aku langsung pulang ke rumah. Sekitar 30an menit aku lewati jalanan sore ini dan masih banyak hal yang berputar di dalam kepalaku. Tapi entahlah apa itu, yang jelas aku rasanya belum bisa tinggal di bilik. And finaly… I’m here, I’m home :)
Reactions:

0 comments:

Post a Comment